Pengalaman Pertama Kali belajar Dasar Fotografi bersama Komunitas

Fotografi memang salah satu kegiatan yang selalu menarik, baik itu bagi orang yang tidak mempunyai hobi fotografi maupun orang yang memang suka dan punya hobi fotografi. Kita bisa lihat di sekitar kita, hampir semua kegiatan atau momen pasti akan melibatkan fotografi, entah itu menggunakan kamera hp, kamera pocket, kamera prosummer, maupun kamera dslr. Yang semua itu bertujuan untuk mengambil gambar sebaik-baiknya. Ibaratnya mereka yang tidak punya minat terhadap fotografi tetap ingin mempelajari cara mengambil gambaryang benar.



Begitu pula dengan saya, saat mulai ingin serius belajar fotografi sekitar awal tahun 2013. Saat itu hanya mempunyai kamera pocket merek KODAK yang dikasih seorang kakak. Dengan berbekal kamera tersebut saya nekat bergabung dengan berbagai komunitas fotografi yang ada di Facebook juga bergabung di forum fotografer,net atau FN. Komunitas yang pertama saya ikuti di FB saat itu kalo tidak salah adalah ASPRET atau Asal Njepret, kemunidian bergabung dengan berbagai komunitas lainnya. Dari berbagai komunitas inilah saya punya banyak teman fotografer yang berasal dari Malang yang akhirnya gabung bersama dan membentuk Komunitas Fotografi Indonesia atau KFI Wilayah Malang sampai sekarang.





Saat itu karena masih minim pengalaman, maka saya hanya menjadi silent reader saja he.he.. Di berbagai komunitas biasanya para member upload menunjukkan hasil jepretannya sambil dibahas bersama. Dengan sedikit nekat namun agak grogi kadang saya beranikan upload hasil jepretan saya yang memakai kamera pocket. Alhamdulillah kadang dapat banyak masukkan dan saran yang membangun dari rekan-rekan di komunitas. Bukan hanya jumpa di FB saja, kami juga sering mengadakan kopdar sambil ngopi santai yang biasanya bertempat di kafe murah meriah yang ada di Kota Malang. Selain itu juga kadang ikut hunting bareng alias huntbar.






Seiring dengan perjalanan waktu, saya bisa membeli kamera DSLR sendiri dengan cara kredit di salah satu toko elektronik. Saat itu yang saya ambil adalah kamera NIKON D3100 yang termasuk kamera dslr level entry alias kamera untuk pemula, gak apa-apalah yang penting punya kamera sendiri he.he.. Karena sudah punya kamera sendiri maka semangat belajar foto makin kuat. Apalagi sekarang makin banyak teman dari komunitas. Ada beberapa teman yang sudah paham dasar fotografi yang sudah cukup akrab, sehingga makin memudahkan saya untuk belajar fotografi secara serius.



Saat awal mempelajari dasar fotografi saya dikenalkan tiga unsur fotografi yaitu ISO, Apperture, dan Speed. Karena sudah terbiasa dengan kamera pocket dan memakai mode AUTO maka begitu pegang kamera DSLR jadi sangat canggung karena banyak setelan yang harus diatur. Namun oleh salah satu teman saya disarankan dan dikasih semangat agar terus mempelajari mode manual maupun semi manual agar bisa mendapatkan hasil foto yang maksimal.



Dari seringnya belajar sendiri dan sharing di group juga seringnya kopdar akhirnya saya bisa memahami tiga unsur fotografi tersebut. Walau masih belum menguasai sepenuhnya, paling tidak saya sudah mengerti prinsip dasar fotografi. Apalagi saat itu sering ada event huntbar, sehingga saya juga bertemu dengan teman-teman baru dan mengasah ilmu fotografi dari mereka. Hal ini seakin membuka mata saya, bahwa belajar fotografi itu tidak mudah, banyak hal yang harus dipelajari untuk mendapat hasil yang optimal. Karena teknik fotografi adalah berhubungan dengan cahaya.



Belajar fotografi bisa saja lewat pendidikan formal maupun lewat lembaga kursus fotografi. Namun belajar lewat komunitas juga tak kalah menariknya. Dari hasil bergabung dengan berbagai komunitas fotografi kita jadi bisa mempelajari berbagai teknik fotografi yang berasal dari berbagai sumber. Maksud saya, tiap fotografer yang sudah saya anggap mumpuni itu punya karakter sendiri-sendiri dan cara sendiri-sendiri dalam mengoperasikan kamera. Namun pada prisipnya adalah sama, yujuannya adalah untuk mendapatkan gambar secara benar dan bagus.

Dari berbagai komunitas ini selain belajar fotografi saya juga jadi tau berbagai aliran atau genre yang ada di fotografi. Misalnya saja ada genre Foto Model, Street, Human Interest, Landscape, Still Life, Macro, Food Photography, hingga ada juga yang under water photography atau foto di dalam air. Tiap genre punya peminat sendiri-sendiri bahkan ada komunitasnya sendiri-sendiri, yang tujuannya itu semua adalah untuk mendapatkan gambar dari obyek yang diinginkan.

No comments:

Terima kasih sudah mampir di blog sederhana ini. Jangan lupa, tinggalkan jejak Anda di kolom komentar maupun follow blog, pasti saya kunjungi balik dan folback. Komentar dengan link hidup, iklan, dan spam, terpaksa kami hapus
matur nuwun :)

Powered by Blogger.